Tips Membuat Video Marketing yang Ampuh untuk Promosi Bisnis Anda

Pada suatu hari,
Raj Sunder menonton sebuah film.
Dia tertarik dengan kacamata yang digunakan oleh salah satu karakter di film tersebut.
Berkali-kali Raj mencoba mencari kacamata tersebut secara online,  namun tidak berhasil menemukan dan membelinya.
Kemudian Raj berpikir, akan sangat mudah apabila dia bisa langsung “mengeklik” kacamata tersebut lalu mendapatkan informasi merek dan di mana dia bisa membelinya.
Raj merealisasikan idenya dengan mendirikan Wootag,  aplikasi video yang memungkinkan pengguna untuk membeli dan berinteraksi dengan produk-produk yang ada di dalam video yang tengah mereka tonton.

wootag Tips Membuat Video Marketing yang Ampuh untuk Promosi Bisnis Anda

Konten berbentuk video kini semakin diminati oleh para marketer untuk mempromosikan brand. Konten yang mudah dicerna, penonton dalam jumlah besar,  dan channel distribusi yang bervariasi membuat video memiliki masa depan yang cerah sebagai sarana marketing.
Raj Sunder, Founder dan CEO Wootag pun membongkar sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam membuat video content marketing  agar video tersebut dapat memberikan keuntungan untuk brand Anda, yaitu :
1. Tentukan pesan dan tujuan
Beberapa kali Raj menekankan untuk selalu mulai dari menentukan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan oleh sebuah video.
Dengan mengetahui pesan yang akan disampaikan, Anda dapat memiliki visi lebih jelas tentang video yang akan Anda buat. ke mana video tersebut akan didistribusikan, seperti apa cerita atau isi video, dan siapa audience yang Anda targetkan.
2. Pelajari target
Selain mempelajari profil target penonton, Anda juga perlu mencari tahu berapa lama waktu yang biasanya mereka habiskan untuk menonton video di sejumlah channel tertentu. Sehingga, Anda tahu durasi ideal video yang akan dibuat. Dengan begitu,  Anda bisa menyampaikan pesan secara optimal dan penonton memiliki engagement lebih baik terhadap video kamu.
3. Channel distribusi yang paling tepat?
Mungkin Anda kebingungan menentukan channel distribusi video.  Anda melihat ada video yang sukses di Facebook, viral di YouTube, populer di Instagram, tapi saluran mana yang cocok untuk Anda?
Untuk mengetahui channel yang paling tepat,  Raj menyarankan untuk mengujinya di beberapa channel berbeda. Kemudian, lihatlah hasilnya setelah periode tertentu,  lalu fokus pada channel yang memiliki hasil terbaik, bagi dari segi reach, view, atau conversion rate.
4. Viral vs kualitas
Saat membuat video, manakah yang harus Anda dahulukan:
Kualitas rendah namun viral, atau kualitas bagus tapi Reaksi Atas Videonya biasa saja?
“Tergantung pada tujuan video Anda.
Apakah Anda ingin mengejar revenue dan conversion rate?
Kalau jawabannya iya, maka fokuslah pada kualitas.”
Raj menambahkan, perlu hati-hati saat membuat konten viral.
Jangan sampai isi video yang diatur sedemikian rupa agar dapat viral tersebut justru membuat penonton “salah fokus”  dan inti pesan Anda gagal tersampaikan.
Dan Saat ini . . . .
Sudah saatnya anda mempelajari video marketing untuk bisnis anda.
Jika anda serius ingin belajar tentang Video marketing, Anda bisa mengikuti Kelas Mentoring Video Marketing yang dikelola oleh mas Permana Meiga Wicaksana. Klik disini untuk mendapatkan informasi selengkapnya.
Semoga bermanfaat.
www.SaatnyaJadiPengusaha.com
Berbagi Ide, Inspirasi dan Peluang Usaha