Kisah Sukses Pengusaha Gideon Hartono dan Apotek K-24

Berani Mulai Bisnis, Meski dari Kelas Teri

profil-dan-kisah-sukses-pengusaha-dr-gideon-hartono-150x150 Kisah Sukses Pengusaha Gideon Hartono dan Apotek K-24Suatu ketika, seorang dokter puskesmas sederhana dengan latar belakang yang serba kekurangan dari sebuah desa kecil di Yogyakarta menceritakan mimpinya untuk memiliki bisnis yang mampu berkibar di kancah nasional.

Apa yang terjadi saat itu ?

Banyak orang yang memandang sebelah mata dan meragukan impiannya tersebut.

Tapi, hal ini tidak menyurutkan niat dokter tersebut untuk berani memulai usahanya, dan sekarang jika kita melihat gerai apotek K-24 yang ada di sekitar kita, maka itulah hasil perwujuan mimpi dari sang dokter bernama Gideon Hartono yang timbul dari ide dan niat yang sederhana.

Kehidupan Masa Kecil dan Keseharian Gideon Hartono

Jika Anda membayangkan latar belakang mewah dari masa kecil seorang dokter, maka tidak demikian dengan kehidupan masa kecil Gideon Hartono.

Beliau lahir di Yogyakarta pada tanggal 10 Oktober 1963 dari sebuah keluarga sederhana yang tergolong kurang mampu secara ekonomi. Orang tuanya, Hadi Purnomo dan Linawati hanyalah penjaja kue moci dan tepung beras yang berkeliling dari Yogyakarta hingga Klaten. Tidak heran, keseharian Gideon kecil adalah membantu orang tuanya menjual tepung beras merah di sekitar Klaten dan membuat kue moci untuk dijual keesokan harinya setiap pulang sekolah.

Tertarik Dunia Fotografi

Memasuki masa SMP, Gideon mulai tertarik dengan fotografi dan bekerja sebagai fotografer keliling. Memanfaatkan waktu di luar sekolah dan aktivitas keseharian membantu ibunya, ia pun rajin mengikuti lomba-lomba fotografi dan sering berhasil meraih kemenangan. Dari situ ia mendapatkan hadiah uang yang dipergunakan untuk membantu keluarganya.

Tumbuh Sebagai Siswa Cerdas

Di luar aktivitas keseharian yang dijalaninya, Gideon pun dikenal sebagai seorang siswa yang cerdas. Hal ini membuat beliau dapat melayani les privat matematika, kimia dan fisika untuk anak lain.

Dengan keuletan dan komitmennya pada dunia pendidikan, akhirnya beliau berhasil menamatkan pendidikan SMA dan bercita-cita melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada demi menghemat semua biaya karena universitas tersebut terletak di kampung halamannya.

Sejak kecil Gideon memang telah bercita-cita menjadi seorang dokter dengan harapan dapat membantu ekonomi keluarganya. Semua kesulitan dan pahit kehidupannya turut membuat ia membulatkan tekadnya untuk sukses menjadi seorang dokter.

Lulus Sebagai Dokter Umum

Berhasil mewujudkan cita-cita untuk kuliah di Fakultas Kedokteran, pada tahun 1987 Gideon berhasil lulus dan menjadi seorang dokter umum. Namun cita-citanya tidak berhenti disitu saja. Ia juga ingin menjadi seorang dokter spesialis. Keinginannya adalah untuk menjadi seorang dokter spesialis mata.

Sayang sekali, cita-cita sebagai dokter spesialis mata ini tak kunjung berhasil ia dapatkan. Terlahir sebagai keturunan Tionghoa, di awal tahun 1980 an merupakan masa terberat bagi sebagian masyarakat Tionghoa dengan segala diskriminasi dan adu domba yang sering memicu keresahan SARA.

Tiga tahun setelah kelulusan, Gideon terus mengikuti ujian agar dapat mengambil spesialisasi, namun kegagalan demi kegagalan terus ia temui dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal. Akhirnya Gideon pun harus mengakhiri mimpinya menjadi dokter spesialis mata dan pilihan diberikan kepadanya sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menjadi dokter di sebuah Puskesmas Gondokusuman di Yogyakarta. Disana ia melayani pasien dengan beragam profesi mulai dari pengemis, tukang becak, pengasong dan warga kurang mampu.

Memulai Bisnis

Kesulitan Menimbulkan Ide Awal dari Kisah Sukses Pengusaha Gideon Hartono ini.

Tak ingin berputus asa dengan berbagai kesulitan yang dialaminya, Gideon Hartono justru mendapatkan ide baru dengan menjadikan bisnis sebagai pilihan hidupnya, sambil tetap menjalankan profesi sebagai dokter.

Bisnis yang ditekuni tidak jauh dari hobinya di masa remaja dulu, yaitu di dunia fotografi.

Peluang usaha yang ia jalankan pertama kali adalah sebuah studio foto bernama Agatha Foto. Bisnis yang ia jalankan bersama dengan adiknya, Tulus Benyamin, ini dimulai dari sebuah garasi dan pada tahun 90 an telah menjelma menjadi studio foto yang memiliki peralatan paling modern di Yogyakarta.

Setiap sore selepas praktek di Puskesmas, Gideo langsung menuju ke Agatha Foto yang keseharian dipegang oleh adiknya. Usaha yang dirintis dari garasi ini berkembang dengan baik dan tidak hanya melayani fotografi saja, tetapi sudah merambah ke bidang usaha video untuk pernikahan dan bahkan berkembang menjadi sebuah rumah produksi Agatha Video.

Tidak berhenti sampai di situ, mereka bahkan mendirikan Gardu AD, perusahaan iklan yang memproduksi banyak iklan untuk televisi nasional bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Titik Balik Kehidupan dokter Gideon Hartono

Pada waktu itu, mencari apotek yang buka di malam hari masih sangat sulit karena umumnya apotek hanya buka sampai sore hari saja. Jikapun terdapat apotek yang masih buka, maka harga obatnya juga tergolong mahal. Melihat fenomena tersebut, hati dokter Gideon Hartono mulai terusik, terlebih karena ia mengalami sendiri kesulitan mencari obat karena tak ada apotek yang buka di malam hari sementara sanak keluarganya menderita sakit yang harus segera diobati.

Hal ini kemudian menimbulkan ide sederhana di benak dr. Gideon untuk memulai bisnis apotek yang dapat melayani masyarakat setiap dibutuhkan, dengan ragam obat yang komplit dan harga obat yang sama baik pagi malam, maupun hari libur (sabtu dan minggu).

Ide bisnis ini kemudian melahirkan sebuah usaha bernama Apotek K-24 untuk menunjukkan identitas sebagai apotek yang komplit obatnya,dan buka selama 24 jam.

Cerita Perjalanan Bisnis Apotek K-24

Pada tanggal 24 Oktober 2002, dibukalah Apotek K-24 pertama di Jalan Magelang, Yogyakarta.

profil-dan-kisah-sukses-pengusaha-dr-gideon-hartono-150x150 Kisah Sukses Pengusaha Gideon Hartono dan Apotek K-24Sama seperti bisnis lainnya, pada proses awal perjalanan bisnis Apotek K-24 pun outletnya masih sepi-sepi saja. Apalagi apotek ini tergolong masih baru dan orang tidak mengenalnya.

Namun dr. Gideon bukan orang yang gampang menyerah. Berbulan-bulan dilalui sampai akhirnya orang mulai sadar satu hal, bahwa APOTEK tersebut TIDAK PERNAH TUTUP!

Dalam tempo 3 bulan orang mulai mengetahui bahwa Apotek K-24 selalu buka bahkan di hari libur sekalipun. Perjalanan waktu membuat apotek ini semakin dikenal dan menjadi pilihan utama ketika orang-orang membutuhkan obat.

Respon yang sangat baik dari masyarakat ini membuat Apotek K-24 berkembang dengan lancar, dan dalam waktu kurang dari 1 tahun, dr. Gideon sudah mampu membuat 2 apotek lagi, di Jalan Gejayan dan Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Mimpinya sebagai dokter sudah terpenuhi ketika Ia menjadi PNS di sebuah puskesmas, dan kini saatnya Ia menapaki jalan barunya sebagai pengusaha, maka dokter Gideon hartono memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Dan Beliau mengembangkan sayap berikutnya dengan mendirikan gerainya di kota Semarang pada tahun 2005.

Sesuai dengan misi awalnya, Gideon mengaku tidak mengambil keuntungan besar dari obat yang dijualnya. Ia mengambil keuntungan dari omset penjualan. Padahal kalau ia mau, ia mendapat margin yang cukup besar dari distributor antara 20-40 persennya. Tapi margin keuntungan itu, akunya tidak dia ambil semua,”Saya hanya mengambil yang sekitar 17 hingga 25 persen saja, sisanya biar konsumen yang menikmati dalam bentuk pelayanan dan obat yang lebih murah,” paparnya.

Membuka Konsep Peluang Usaha Franchise / Waralaba

Potensi yang bagus, dan visi untuk memenuhi kebutuhan obat bagi masyarakat dengan harga yang terjangkau membuat dr. Gideon merasa tertantang untuk mengembangkan bisnis apoteknya hingga merambah kancah nasional.

Butuh waktu selama 9 tahun sebelum akhirnya Apotek K-24 digulirkan dengan konsep peluang usaha franchise/waralaba.

Sesuai konsep dan sistem yang dibuat secara matang oleh dr.Gideon, setiap apotek miliknua memiliki 2 ahli farmasi dengan merujuk peraturan negara bahwa mereka bisa mengganti resep sesuai kebutuhan dokter atau pasien. Ini dimaksudkan bahwa Apotek K-24 juga menjangkau kebutuhan masyarakat kelas menengah bawah. Intinya bekerja di sini berarti seorang farmasi tidak cuma harus professional namun juga memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik bagi pasien.

Branding dan positioning yang jelas pun dipersiapkan dalam bisnis Apotek K-24 ini. Baik dari segi penampilan eksterior dan interior maupun konsep 24 jam membuatnya berbeda dengan apotek-apotek lain.

Meraih Berbagai Penghargaan

Berbagai penghargaan telah didapatkan oleh usaha Apotek K-24 ini, diantaranya berupa penghargaan MURI yaitu, sebagai Apotek Jaringan Pertama di Indonesia yang Buka 24 Jam Non Stop Setiap Hari pada tanggal 24 April 2005, sebagai Apotek Asli Indonesia yang Pertama Kali Diwaralabakan pada tanggal 24 Oktober 2005, dan sebagai Pembukaan Gerai Apotek Secara Serentak Dengan Jumlah Terbanyak, 24 Gerai pada 24 Agustus 2008.

Selain itu ada juga beberapa penghargaan lain diantaranya penerima penghargaan Waralaba Terbaik Kategori Apotek “Top of Mind 2010” tahun 2010, penerima penghargaan Waralaba Terbaik Kategori Apotek “Franchise Best Seller 2010” tahun 2010, dan penerima penghargaan “TOP BRAND 2011” tahun 2011.

Perkembangan Terkini 

Pada pertengahan tahun 2015 jumlah gerai Apotek K-24 telah mencapai 352 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan nilai investasi awal 600 hingga 800 juta rupiah per cabangnya, nilai asset Apotek ini pun telah mencapai ratusan miliar rupiah sejak dibangun hingga saat ini.

Gideon Hartono telah memenuhi mimpinya untuk membangun bisnis berskala nasional dengan berbekal ide sederhana dengan satu modal kuat yaitu : BERANI MEMULAI BISNIS.

diambil dan ditulis ulang dari sumber : FP Bimbingan Bisnis
Semoga bermanfaat.
==================================================================
profil-dan-kisah-sukses-pengusaha-dr-gideon-hartono-150x150 Kisah Sukses Pengusaha Gideon Hartono dan Apotek K-24www.SaatnyaJadiPengusaha.com
artikel ini ditulis kembali oleh : -pindar-., blogger bisnis dan wisata pemilik akun bisnis @Paman Pin. Penyuka dunia usaha dan pengelola media bisnis buku & produk digital Indonesia di cafebuku.com, Kaospreneur dan Mbah Muslim.
Add FB bisnis pindar disini
Follow twitter klik disini
==============================================================