KampungBisnis adalah tempat pasang iklan bisnis dan lowongan kerja. Silakan gabung dan promosikan produk Anda disini. Mudah pengaturannya, penggunaannya dan cara kerjanya.
Beranda » Peluang Bisnis » Belajar Dari Strategi Bisnis dan Cara Pemasaran NIKE, Inc Dalam Memasuki Pasar Global

Belajar Dari Strategi Bisnis dan Cara Pemasaran NIKE, Inc Dalam Memasuki Pasar Global

P Iklan ini diterbitkan pada: 21 January 2017 , Kategori:

  • Nomor Iklan: 9310
  • Dilihat: 16 kali

  • U Hubungi Pengiklan
  • Nama:
  • Domisili: ,
  • Lihat semua iklan dari member ini - 461 iklan
  • Tips: Lakukan transaksi dengan cara bertemu langsung dengan penjual dan mari bersama kita bangun budaya jual-beli yang aman dan sehat
  • Ingat! Hindari membayar dimuka & hati-hati dengan iklan yang tidak realistis.

Deskripsi ] Belajar Dari Strategi Bisnis dan Cara Pemasaran NIKE, Inc Dalam Memasuki Pasar Global

Seri Artikel Cerita Bisnis – SaatnyaJadiPengusaha.com

Sejarah Berdirinya Perusahaan Nike

inspirasi-bisnis-dan-wirausaha-belajar-dari-strategi-bisnis-dan-pemasaran-sepatu-nike-inc-global Belajar Dari Strategi Bisnis dan Cara Pemasaran NIKE, Inc Dalam Memasuki Pasar Global

Logo Nike


Nike didirikan oleh Phil Knight, seorang pelari jarak menengah dan mahasiswa akuntansi di Universitas Oregon, bersama pelatih Bill Bowerman Phil.
Kecintaan mereka pada olahraga membuat mereka selalu bersama, dan mereka juga memiliki cinta kepada teknologi sepatu olahraga dan pakaian. Pada tahun 1962 Knight berhasil menyelesaikan studi, dan melanjutkan untuk berkeliling dunia.
Ketika di Jepang, Knight mulai mengimpor sepatu lari Jepang ke Amerika Serikat, hanya dengan investasi $ 500, dia mendapat 200 pasang sepatu untuk dijual di AS.
Lalu Phil bekerja untuk Onitsuka Tiger. Ketika bekerja untuk Onitsuka Tiger, dia berpikir bahwa akan mendapat lebih banyak keuntungan jika ia mulai memproduksi sepatu sendiri. Pada tahun 1971 seorang karyawan Jeff Johnson terpikir untuk memberi nama Nike (dewi Yunani: kemenangan) untuk perusahaannya.
Phil Knight akhirnya memperoleh nama untuk perusahaan yang saat ini menjadi perusahaan besar, tetapi ia juga membutuhkan sebuah logo. Caroline Davidson, yang mengenal Phil ketika ia masih menjadi mahasiswa di University of Oregon kemudian diminta untuk merancang logo untuk Nike, yang terkenal di seluruh dunia dengan sebutan “The Swoosh”.
Pada Februari 1972, Blue Ribbon Sport (BRS) memperkenalkan merek pertama sepatu Nike, dengan nama Nike berasal dari dewi kemenangan Yunani. Pada tahun 1978, BRS Inc. itu sendiri secara resmi berganti nama menjadi Nike, Inc. Dimulai dengan Ilie Năstase, atlet profesional pertama untuk kontrak dengan BRS/Nike, sponsor dari atlet menjadi alat pemasaran utama bagi perusahaan yang berkembang pesat.
Strategi Bisnis Perusahaan Nike
Sebagai salah satu perusahaan multinasional, Nike menerapkan strategi bisnis yang dikemukakan oleh Porter, yaitu Konsep Generic Strategies. Dalam hal ini Nike setidaknya melakukan dua strategi, yaitu overall cost leadership dan diferensiasi.  Perusahaan pusat Nike tidak melakukan kegiatan produksi, Nike hanya melakukan desain dan marketing dari produk yang dihasilkannya. Nike melakukan kontrak bisnis dengan sekitar 600 pabrik dari seluruh banyak negara dan memperkerjakan hampir sekitar 550.000 orang. (Ethics in International Business: t.t: 125)
Suplier Nike yang berada di Vietnam menggaji buruh yang bekerja di pabrik tersebut sebesar $3 per hari (Ethics in International Business: t.t: 125). Nilai $3 per hari bagi para pekerja pabrik tentu sangat rendah dibandingkan dengan biaya pemasaran oleh Nike. Salah satu contoh, pada tahun 2002, Nike melakukan kontrak kerjasama sponsorship dengan salah satu tim sepak bola Inggris, Manchester United, sebesar US$ 450 juta per tahun selama 10 tahun. ( www.forbes.com)
Apa yang dilakukan oleh Nike ini merupakan salah satu bentuk strategi bisnis seperti yang dijelaskan oleh Porter untuk menekan biaya produksi dan memfokuskan pada pencitraan pada produk yang dihasilkannya.

Strategi Segmentasi dan Targeting Perusahaan Nike

1) Segmentasi
Pasar yang menjadi segmen perusahaan Nike adalah penyuka olahraga (segmentasi psikografis). Bisa diperhatikan pada saat perusahaan ini masih bernama Blue Ribbons Sports, produk utamanya ialah sepatu olahraga, kemudian perusahaan ini mengembangkan peralatan olah raga lainnya. Sampai hari ini Nike sangat terkenal sebagai produsen dan perancang sepatu olahraga.
Berdasarkan penetapan segmen ini maka perusahaan Nike Inc dapat secara jelas melakukan peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan, misalnya fokus pada kompetisi sepatu olahraga antara para kompetitornya seperti Adidas, Reebok, dan Puma. Dengan adanya kejelasan pada segmentasi maka dapat menentukan komponen-komponen strategi yang dilakukan perusahaan. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning.
Dilihat dari tingkatan segmentasi pasar yang dilakukan Nike Inc lebih pada niche marketing yaitu lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub-segmen yang lebih kecil.
Dalam pertumbuhannya, kemudian dapat dilihat bagaimana pergerakan segmen yang dilakukan perusahaan sepatu “Nike” ini, diantaranya :

  • Bergerak kearah posisi yang disebelahnya

Kesuksesan Nike yang pertama adalah membuat sepatu lari yang hebat untuk para pelari yang serius. Kemudian beralih pada sepatu untuk bermain bola basket, tenis, dan sepakbola, selanjutnya Nike beralih lagi pada pembuatan sepatu aerobik.

  • Membuat posisi yang lebih mendetail

Nike akhirnya menyadari bahwa perusahaan dapat melakukan segmentasi lebih lanjut bagi pasar sepatu bola basket, sepatu untuk pemain-pemain yang agresif, bagi pemain-pemain yang memiliki lompatan tinggi, dan sebagainya.

  • Loncat pada posisi (kategori) baru.

Nike beralih pada penjualan pakaian yang digunakan oleh pemain-pemain dari berbagai jenis olah raga.
Berdasarkan penjelasan di atas bahwa saat ini perusahaan Nike sebagai market leader dari sepatu olahraga dan memperluas produknya pada penjualan baju olah raga. Tetapi saat ini Nike mempertimbangkan untuk menjual jasa-jasa olahraga seperti pengelolaan karier atlet serta langkah yang dilakukan oleh Reebok sebagai pesaing ketat Nike, melakukan resegmentasi pada keseluruhan pasar dengan memperkenalkan sepatu bergaya untuk pasar pemakai santai yang dapat dikenakan setiap hari tanpa melakukan kegiatan olahraga.
2) Targeting
Menurut Kotler, 2009, dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola product specialization yaitu Single Segment Concentration, Selective Specialization, Product Specialization, Market Specialization dan Full Market Coverage. Dari ke-5 pola ini, perusahaan Nike memilih untuk berkonsentrasi pada satu segmen saja atau Single Segment Concentration. Dengan demikian perusahaan dapat mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan.
Dalam perumusannya Nike Inc telah konsisten dari awal akan membidik pasar penyuka olah raga dengan target yang dilakukan oleh Nike, Inc. adalah produk sportwear, konsumen yang menyukai olah raga dengan gaya promosi mensponsori para atlet. Nike mengakomodir semua orang yang ingin melakukan olahraga, seperti yang kita tahu orang – orang berumur 16 sampai dengan 40 ialah orang – orang yang aktif dan Nike membidik target di rentang umur ini. Berdasarkan perkembangan di atas maka Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat yaitu pada produk sepatu atletik.
3) Segmentasi dan Targeting Nike Dalam Memasuki Pasar Global
Dalam memasuki pasar global, Nike menggunakan pendekatan gabungan (two stage international segmentation) dalam prosedur segmentasinya, dimana pada tahap awal rencana globalisasi, Nike memilah wilayah pasar melalui segmentasi berdasarkan tingkat daya beli dan lifestyle dari warga negara tujuan ekspansi, kemudian Nike menyusun product specific bagi negara-negara tersebut.
Product specific yang disusun Nike secara spesifik dihubungkan dengan buying and consumption behavior dari warga negara setempat, sebagai contoh untuk negara Indonesia, yang notabene masyarakatnya menyukai olahraga sepak bola dan basket, maka produk-produk Nike yang dipasarkan di Indonesia akan terfokus pada kedua hobby tersebut, sementara untuk produk lain seperti produk American Football, mungkin tidak akan diterima oleh pasar Indonesia, sehingga tidak perlu dipasarkan di negara tersebut. Nike kemudian membagi pasar pada segmen pasar berdasarkan hobby/lifestyle seperti segmen pasar khusus atlit/pemain/penyuka sepak bola, basket atau lari (atletik), dan bukan pada faktor geografis atau sosioekonomik semata.
Tiga skenario yang dihadapi oleh Nike, yaitu universal segments, regional segments dan unique segments, pada akhirnya memunculkan skenario universal segments bagi brand mereka. Ketika Nike membagi pasar sasaran mereka berdasarkan “cabang – cabang olah raga”, maka secara tidak langsung Nike telah mengarah pada scenario Universal atau Global Segment, atau dengan kata lain, perusahaan telah memilih skenario Universal Niche dimana Nike memilih setiap cabang olah raga sebagai ceruk pasarnya.
Sementara dilihat dari basis segmentasi, Nike secara berurutan mensegmentasikan pasar sasaran mereka melalui Sosioeconomic, Behaviour-based Segmentation serta Lifestyles segmentation, dimana pada awalnya Nike melakukan screening negara tujuan berdasarkan basis sosioekonomi mereka, baru kemudian melihat kebiasaan masyarakat setempat (termasuk diantaranya kebiasaan belanja) serta gaya hidup warga negara tersebut.

Strategi Positioning Perusahaan Nike

Positioning berguna untuk membedakan tawaran yang diberikan produsen dengan membangun sejumlah keunggulan bersaing yang menarik perhatian dalam segmen tertentu. Terkait dengan positioning ini, Nike mempunyai strategi bisnis yang luar biasa. Nike memilih lebih memfokuskan pada pemasaran dengan menggunakan image dari seseorang atau kelompok dalam dunia olahraga untuk memasarkan produk mereka dengan harga tinggi. Strategi ini cukup berhasil menjadikan Nike sebagai apparel olahraga terbesar di dunia mengalahkan pesaing-pesaingnya.
Terobosan terbesar Nike adalah Michael Jordan, yang ditandatangani langsung dari University of North Carolina. Inilah yang membuat Nike menang dari kompetisi dengan Reebok.  Pada tahun 1980, Nike telah mencapai 50% pangsa pasar di Amerika Serikat pasar sepatu atletik, dan perusahaan go public pada bulan Desember tahun itu. Pertumbuhannya adalah karena sebagian besar untuk iklan ‘word-of-foot’ (mengutip sebuah iklan cetak Nike dari akhir 1970-an), daripada iklan televisi. Iklan televisi nasional pertama Nike berlangsung pada bulan Oktober 1982 selama siaran dari New York Marathon. Iklan diciptakan oleh biro iklan Wieden dan Kennedy, yang telah terbentuk beberapa bulan sebelumnya pada April 1982.
Bersama-sama, Nike dan Wieden & Kennedy telah menciptakan banyak iklan cetak dan televisi yang tak terhapuskan dan terus menjadi agen utama Nike saat ini. Wieden lah yang menciptakan slogan terkenal “Just Do It” untuk kampanye iklan Nike tahun 1988, yang dipilih oleh Advertising Age sebagai salah satu top 5 slogan iklan di abad 20, dan kampanye itu telah diabadikan dalam Smithsonian Institution.
Misi memberikan inspirasi dan inovasi pada atlit di dunia tetap dipegang oleh Nike hingga saat ini. Image yang terkandung dalam misi ini membuat Nike selalu menggunakan model iklan seorang atlit yang terkenal di dunia, seperti Michael Jordan, Tiger Woods, dan Andrew Agassi.
Positioning yang dilakukan Nike ini telah berhasil menciptakan image yang baik terhadap produk Nike dalam pikiran konsumen  Kepercayaan akan kualitas dan
nilai-nilai yang dimiliki membuat harga yang ditawarkan tidak lagi menjadi hal yang dipermasalahkan. Loyalitas dan persepsi positif akan keunggulan produk merupakan hasil dari strategi positioning yang berhasil.
Berdasarkan penetapan positioning yang tepat menjadikan Nike sebagai market leader dan melakukan perluasan produk pada pakaian, jam tangan olahraga dan alat-alat olahraga.

Strategi Kemitraan Di Pasar Global

Menarik untuk diketahui, bahwa Nike sebenarnya termasuk dalam kategori hollow corporation karena tidak memiliki pabrik manufaktur sendiri, Nike hanya perantara antara supplier dengan retailer. Nike tidak memproduksi sendiri produknya melainkan dengan menyerahkan produksi kepada pabrik di negara berkembang. Nike fokus pada menemukan inovasi sepatu terbaru.
Kombinasi dari pekerja yang murah dan perkembangan pasar yang baik memungkinkan perusahaan untuk bersaing dalam research and development. Untuk memastikan bahwa supplier Nike memiliki kualitas yang tinggi, Nike menuntut mereka untuk mempunyai hubungan dengan perusahaan lainnya. Jika supplier percaya dan bekerja sama dengan Nike, manajemen memastikan bahwa mereka akan puas dengan dirinya sendiri. Kemudian jika salah satu supplier menjadi sangat mahal, Nike bisa mengganti supplier dengan tetap menjaga kualitas yang ditetapkan.
Dengan strategi ini maka Nike berhasil mengurangi biaya produksi itu sendiri. Nike dengan sangat baik memanfaatkan harga buruh yang murah di negara-negara berkembang ini.
Ringkasan. Inspirasi Bisnis dari Nike, Inc.
Nike adalah brand mendunia yang telah berhasil memasuki pasar global. Saat ini Nike menempati posisi nomor satu brand produk olahraga di dunia dan dikenal tidak kurang di 140 negara. Keberhasilan Nike tidak terlepas dari strategi bisnis dan pemasaran yang mereka jalankan, diantaranya :

  • Berfokus pada satu segmen, yaitu pasar penyuka olahraga, sehingga dapat mencapai posisi yang kuat dan mengembangkan segmen tersebut di ceruk-ceruk pasar yang terkait dengan produk mereka.
  • Melakukan targeting secara tepat, yaitu produk sportwear untuk penyuka olahraga aktif berusia 16 hingga 40 tahun.
  • Menjalankan pendekatan gabungan dalam segmentasi dan targeting untuk memasuki pasar global, yaitu dengan menyesuaikan pada kultur dan gaya hidup masyarakat setempat.
  • Menggunakan strategi positioning yang unik, dengan mensponsori para atlet sehingga tercipta iklan “word of foot” dan menciptakan image yang kuat sebagai produsen produk olahraga dengan kualitas tinggi.
  • Menggunakan strategi bisnis sebagai hollow company dengan menyerahkan produksi di negara berkembang sehingga dapat menekan biaya produksi dan fokus pada inovasi desain terbaru. Strategi ini dibarengi dengan spesifikasi dan standardisasi produk yang ketat dari perusahaan Nike terhadap supplier mereka supaya kualitasnya tetap terjaga.

Semoga bermanfaat. Untuk memperoleh buku-buku bisnis dan marketing, Anda bisa mengunjungi halaman Cafebuku.com di menu Buku Bisnis & Marketing klik disini
Semoga bermanfaat.
www.SaatnyaJadiPengusaha.com
Berbagi Ide, Inspirasi dan Peluang Usaha
sumber-sumber :
Pramono, Peni.2012.”Brand atau Merek Kunci Sukses Usaha”. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Crapsez, “Strategi Pemasaran Nike”. 2016. http://crapsez.net/strategi-pemasaran-nike.php
Guntur Handaya Bakara, “Cover Story Nike”, 2013. http://gunthurhandayabakara.blogspot.co.id/2013/06/cover-story-nike-sejarah-perusahaannike.html
Rudy Gustya Dwi Putra, “STP Nike“, 2014. http://ruddygustyadwiputra.blogspot.co.id/2014/11/stp-nike.html
Thinisgood. “Sistem informasi manajemen untuk perusahaan NIKE”. 2011. http://rnotf.blogspot.com/2011/11/sistem-informasi-manajemen-untuk.html.
https://gimbalkurangdarah.wordpress.com/kulyah/bersaing-di-pasar-luar-negri/https://www.scribd.com/doc/196448764/Kelompok-4-Pembahasan-Kasus-Nike-Manajemen-Strategik-a4

?
Perhatian! KampungBisnis.com selaku penyedia layanan situs pasang iklan baris tidak bertanggung jawab terhadap isi iklan. Harap berhati-hati dan bijaksana dalam menanggapi iklan yang menyesatkan. Segala materi/content iklan maupun banner iklan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemasang iklan tersebut.

r Iklan Terkait Belajar Dari Strategi Bisnis dan Cara Pemasaran NIKE, Inc Dalam Memasuki Pasar Global

Peluang Usaha Franchise Guest House Simply Homy

P 29 May 2016 , U ? ,

Seri Peluang Usaha Franchise Bidang Property Simply Homy – Guest House dibawah bendera PT. Sushantco Tria Jaya merupakan salah satu divisi dibawah Holding Simply Homy Group,... Selengkapnya)

Tingkatkan Omzet Bisnis Anda dengan Smart Social Media Tool Ini!

P 26 April 2015 , U ? ,

Halo sobat Saatnya Jadi Pengusaha, Hari gini, jika bisnis kita tidak terkoneksi ke internet tentunya terasa ada yang kurang, terutama dari segi pemasaran produk. Salah... Selengkapnya)

Kisah Sukses Sedekah Yusuf Mansyur (2)

P 2 January 2015 , U ? ,

Cerita sebelumnya : Lepas dari penjara untuk kedua kalinya, ustad Yusuf merasa sangat bahagia ketika ia dijemput oleh kerabatnya.  Tapi baru keluar dari penjara, ia... Selengkapnya)