KampungBisnis adalah tempat pasang iklan bisnis dan lowongan kerja. Silakan gabung dan promosikan produk Anda disini. Mudah pengaturannya, penggunaannya dan cara kerjanya.
Beranda » Peluang Bisnis » Kisah Sukses Pengusaha Yogi Tyandaru, Konsep Ibadah dan Dagang di Fajar Toserba

Kisah Sukses Pengusaha Yogi Tyandaru, Konsep Ibadah dan Dagang di Fajar Toserba

P Iklan ini diterbitkan pada: 8 October 2015 , Kategori:

  • Nomor Iklan: 3646
  • Dilihat: 1108 kali

  • U Hubungi Pengiklan
  • Nama:
  • Domisili: ,
  • Lihat semua iklan dari member ini - 461 iklan
  • Tips: Lakukan transaksi dengan cara bertemu langsung dengan penjual dan mari bersama kita bangun budaya jual-beli yang aman dan sehat
  • Ingat! Hindari membayar dimuka & hati-hati dengan iklan yang tidak realistis.

Deskripsi ] Kisah Sukses Pengusaha Yogi Tyandaru, Konsep Ibadah dan Dagang di Fajar Toserba

Seri Artikel Kisah Sukses Pengusaha

Inspirasi wirausaha dari http;//line.me/ti/p/%40eln1975s

Jika menanam padi, maka rumput pasti ikut tumbuh. Namun jangan harap padi akan ikut tumbuh. 

Perumpamaan itu pas dilekatkan pada roda usaha yang dijalankan oleh pemilik jaringan pasar swalayan Fajar Toserba, Yogi Tyandaru.

Dalam menjalankan usahanya, dia lebih mengedepankan ibadah dibandingkan pencarian laba. Hasilnya, usahanya berkembang pesat, Tak hanya berperan dalam dakwah untuk mendekatan diri dan masyarakat pada Allah, usahanya juga mendatangkan keuntungan berlipat ganda.

Awal Mula Usaha Fajar Toserba

Yogi bercerita, Fajar Toserba sebenarnya dirintis pertama kali oleh ayah mertuanya, H. Jana.

Kala itu, sang ayah mertua, menjadi pedagang rokok keliling selama 11 tahun di Jakarta. Dari usaha menjajakan rokok, mulai dari Tanah Abang, Mangga Dua dan Pasar Pagi, ayah mertuanya jadi tahu pusat penjualan berbagai macam barang seperti misalnya sepatu, pakaian, maupun ikat pinggang.

Dengan bekal ilmu tersebut, H. Jana mendirikan toko kecil di rumahnya di Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, pada 1997. Semakin hari, usahanya semakin berkembang. Dia pun membuka toko lagi di pasar Kramat Mulya dan di Jalan Raya Jalaksana. Toko di Jalaksana inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Fajar Toserba.

Yogi baru memasuki kehidupan H. Jana saat menikah dengan putri tunggalnya pada tahun 2001. Saat itu, dia diminta oleh ayah mertuanya untuk membantu mengembangkan Fajar Toserba. Namun lulusan Fikom Unisba Bandung itu menolaknya. Jiwa jurnalisnya yang gemar berpetualang membuatnya lebih memilih tetap bekerja dan tinggal di Jakarta.

Namun, Jakarta ternyata bukan tempat terbaik untuknya. Bikutinya, Yogi tergolek sakit hingga dua tahun lamanya. Berbagai upaya pengobatan tak membuahkan kesembuhan. Dia kemudian berusaha introspeksi mengenai dosa dan kesalahannya, terutama pada orang tua. Dia ingat pernah menolak permintaan mertuanya yang menghendakinya pulang guna membantu mengembangkan usaha Fajar Toserba.

” Saya akhirnya sadar dan minta maaf pada ayah dan mertua,” tutur Yogi.

Ternyata, kesediaannya mengikuti keinginan sang ayah mertua adalah keputusan yang tepat, Buktinya, sakit yang dideritanya selama dua tahun langsung sembuh. Dia akhirnya terjun mengikuti usaha ayah mertuanya.

Mulai “Karier ” Dari Bawah

Namun, meski berstatus sebagai menantu pemilik Fajar Toserba, tak membuat Yogi langsung menduduki tampuk kepemimpinan. Ayah mertuanya justru mendidiknya dari level terbawah. Saat itu, dia ditugaskan menjadi petugas cleaning service di Fajar Toserba.

” Coba bayangkan, lulusan sarjana jadi cleaning service,” kata Yogi.

Ia ditempatkan sebagai petugas penitipan barang, Di pos barunya itu, dia sering menjadi sasaran kemarahan pengunjung yang tersinggung jika harus menitipkan barang. Tak berhenti sampai disitu, “karier” Yogi terus meningkat. Silih berganti dia merasakan berbagai posisi pekerjaan di toserba milik ayah mertuanya, Mulai dari pelayan toko, sopir pengangkut barang, petugas input data hingga kasir.

Meski merasa perih dan sempat berburuk sangka terhadap perlakuan ayah mertuanya, dia tetap menjalani semua itu, Yogi akhirnya sadar, ada makna besar di balik perlakuan yang diterimanya. Ayah mertuanya tidak ingin dia menjalankan usaha itu secara instan, karena salah satu kelemahan pribumi yang terjadi selama ini adalah kegagalan saat regenerasi. Biasanya, generasi pertama yang merintis dan mengembangkan usaha, generasi kedua justru yang menghancurkan.

Merintis Kepercayaan

saatnya-jadi-pengusaha-profil-150x150 Kisah Sukses Pengusaha Yogi Tyandaru, Konsep Ibadah dan Dagang di Fajar ToserbaSetelah merasakan berbagai posisi yang ada di Fajar Toserba, Yogi akhirnya mendapat kepercayaan ayah mertuanya. Dia diberi proyek besar senilai Rp. 8,9 milliar untuk membuka cabang Fajar Toserba di daerah Luragung, Kabupaten Kuningan. Dengan luas tanah dia hektare dan bangunan seluas 5000 meter persegi, Yogi diharuskan membuka toserba sendiri.

Padahal dia tidak memiliki pengalaman bikin toko. Dia pun harus mengalami susahnya menghadapi birokrasi dan pejabat, termasuk preman yang tinggal di wilayah tokonya.

” Bapak tidak memberi tahu trik-triknya, saya diharuskan menjalaninya sendiri,” kata Yogi.

Namun, dari beragam kesulitan itu, Yogi akhirnya punya pengalaman membuat toko. Bahkan, Fajar Toserba saat ini sudah memiliki 15 cabang dan 400 orang karyawan yang tersebar di wilayah Kuningan dan sekitarnya. Sekitar dua atau tiga tahun mendatang, dia akan menerapkan sistem peluang usaha franchise.

3 Konsep Pengembangan Usaha Fajar Group

Menurut Yogi, dalam mengembangkan Fajar Group, ada tiga konsep yang sejak dulu diterapkan ayah mertuanya. Yakni :

  1. Pembangunan Daerah
  2. Dakwah dan Ibadah
  3. Profit

Ketiga konsep tersebut sangat berbeda dengan konsep yang dikembangkan para pelaku bisnis ritel lainnya. “Kreatifnya kami ya disitu,” ujar Yogi.

Untuk pengembangan wilayah dan pembangunan daerah, konsep yang diterapkan Fajar Toserba meniru “samudera biru” yang luas, Maksudnya, mendirikan sebuah toserba tidak harus di tengah kota. Selain sesak, juga menimbulkan kemacetan. Karena itu, pengembangan Fajar Toserba selalu di pinggir kota. Namun, sebelum mendirikan Toserba, hal pertama yang dibangun terlebih dahulu adalah Masjid. Setelah itu mendatangkan ustadz untuk mengajari masyarakat di sekitarnya mengenal agama. Tak lupa, dibangun pula kios-kios kecil yang disewakan dengan harga murah kepada masyarakat setempat.

Para penyewa kios pun dijadikan mitra. Karenanya, pengembangan Fajar Group tidak akan membuat warung-warung kecil gulung tikar. Justru sebaliknya, daerah yang sepi menjadi berkembang, Di saat itulah, baru Fajar Toserba didirikan.

” Dengan menerapkan ketiga konsep itu, maka dimanapun ada Fajar Toserba, maka daerah yang sepi akhirnya jadi kota kecamatan yang ramai,” tegas Yogi.

Untuk menjaring konsumen, Yogi pun membidik masyarakat menengah ke bawah. Dengan demikian, masyarakat kecil yang hanya memakai sandal jepit dan turun dari angkot pun tidak malu belanja di Fajar Toserba.

Yogi pun membiasakan pengamalan ibadah dalam kehidupan sehari-hari kepada karyawannya. Namun caranya bukan dengan perintah lisan. Berbagai amalan ibadah, dia contohkan secara langsung dalam bentuk tindakan nyata.

Misalnya, setiap adzan sholat berkumandang, dia akan berhenti beraktivitas dan bergegas menuju masjid. untuk sholat berjamaah. Melihat hal itu, karyawannya secara otomatis akan ikut serta.

Meski kini telah mereguk keberhasilan, namun Yogi merasa itu bukan perannya. Menurut dia, pembuka keberhasilannya adalah ridho Allah. Dia menilai, usahanya dalam mengembangkan Fajar Toserba hanya bernilai 10%, sedangkan 90% lainnya, adalah pertolongan dari Allah.

” Selalu ada intervensi dari Allah, sehingga bisa berhasil,” tegas Yogi.

Yogi mengaku, bisnis ritel yang digelutinya selalu memiliki masa surut. Setiap tahun, masa surutnya mencapai tiga sampai empat bulan. Namun, hal itu diatasinya dengan cara berhemat di saat masa-masa ramai, yakni lebaran dan liburan.

Lima Strategi Fajar Toserba Menghadapi Persaingan

Tak hanya mengalami masa-masa surut, binis ritel juga mendatangkan persaingan yang sangat keras. Namun, untuk menghadapinya, Yogi memiliki lima strategi, yaitu :

  1. Menyediakan berbagai kelengkapan barang yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Bahkan dia menyediakan catatan kepada konsumen mengenai barang-barang yang mereka butuhkan. Tak hanya itu, barang-barang yang dijualnya pun 90 persen adalah produk lokal.
  2. Menerapkan strategi harga bersaing. Jika ingin memberikan diskon, maka akan langsung diberikan tanpa terlebih dahulu menaikkan harganya.
  3. Display toserba yang menarik
  4. Technology service dan human service. Semua karyawan Fajar Toserba diajarkan untuk selalu akrab, ramah dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.
  5. Kebersihan dan kenyamanan

” Maju dan mundurnya usaha sudah ditentukan Allah, kita hanya tinggal berusaha saja supaya tidak tertinggal.”

www.SaatnyaJadiPengusaha.com

Sumber : http;//line.me/ti/p/%40eln1975s

Jangan Lupa LIKE Fan Page kami untuk mendapatkan update ide, inspirasi dan peluang usaha terbaru. KLIK DISINI >> Saatnya Jadi Pengusaha
Gabung juga di Grup >> Entrepreneur’s Corner Indonesia untuk download ebook-ebook Ide Bisnis & Kisah Sukses Pengusaha

? Tags Wilayah: ,,,,,
Perhatian! KampungBisnis.com selaku penyedia layanan situs pasang iklan baris tidak bertanggung jawab terhadap isi iklan. Harap berhati-hati dan bijaksana dalam menanggapi iklan yang menyesatkan. Segala materi/content iklan maupun banner iklan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemasang iklan tersebut.

r Iklan Terkait Kisah Sukses Pengusaha Yogi Tyandaru, Konsep Ibadah dan Dagang di Fajar Toserba

Franchise Indomaret, Peluang Bisnis Waralaba Minimarket Populer di Indonesia

P 18 March 2016 , U ? ,

Peluang Bisnis Waralaba Minimarket Yang Terus Berkembang di Indonesia Bisnis ritel di Indonesia terus berkembang seiring dengan kebutuhan penduduk yang jumlahnya terus meningkat. Salah satu... Selengkapnya)

Ini Dia Bocoran Cara Bisnis Ekspor Bagaimana Mencari Link Buyer Dari Seluruh Dunia ?

P 8 August 2015 , U ? ,

seri artikel tips bisnis – belajardariahlinya Hai sobat SaatnyaJadiPengusaha, Sedang Belajar Cara Bisnis Ekspor ? Apa yang ada di benak Anda ketika melihat daftar seperti di... Selengkapnya)

Jasa Hosting Murah dan Domain Terbaik Untuk Memulai Bisnis Online

P 11 January 2015 , U ? ,

Domain dan Hosting merupakan satu komponen penting yang harus diperhatikan sebelum kita membuat sebuah website atau blog baik untuk personal, bisnis maupun perusahaan. Pemilihan Nama... Selengkapnya)