Property Syariah, Keunggulan dan Peluang yang Ada Di Dalamnya

Beberapa waktu belakangan ini banyak dipublikasikan kepada kita sebuah konsep “baru” untuk bisnis dan investasi property, yaitu konsep Property Syariah. Konsep ini antara lain digagas oleh Developer Property Syariah, dan telah banyak diperkenalkan melalui Workshop Property Syariah yang diselenggarakan di berbagai kota.

Apa yang membedakan property syariah dengan property biasa ? Kenapa harus properti syari’ah ?

Perbedaannya sangat banyak. Tapi yang paling menonjol dari semua itu adalah terletak pada AQAD dan skema bisnisnya. Dari aspek AQAD, di proyek property syariah, konsumen langsung membeli rumah dari pihak developer, tanpa adanya pihak ketiga yang terlibat, sebagaimana dalam skema konvensional, ada pihak bank sebagai pihak ketiga. Jadi murni transaksi yang terjadi antara konsumen dan developer adalah transaksi jual beli, baik secara cas maupun kredit. Instrumen yang digunakan dalam propery property syariah ini dalam istilah fiqhi dikenal dengan istilah ISTISHNA’.

Apa itu Istishna ‘ ?

Secara ringkas dapat dijelaska bahwa istishna’ adalah skema pesan bangun. Skema ini diperbolehkan dalam syariat, di samping skema-skema bisnis yang lain, semisal murabahah, salam, dan lain-lain.Dalilnya adalah Rasul pernah memesan seccara istishna’ kepada sahabat agar dibuatkan cincin dan mimbar. Anda bisa mencari ilmu tentang istishna’ ini secara lebih mendalam dengan searching di Google.

Lalu apa kelebihannya dan kenapa harus angsur langsung ke developer ?

brosurcilap-212x300 Property Syariah, Keunggulan dan Peluang yang Ada Di DalamnyaBerdasarkan informasi yang diperoleh dari salah seorang praktisi bisnis developer property syariah diperoleh 6 keunggulan dalam sistem KPR syariah, antara lain :

  1. Tidak ada biaya administrasi KPR yang kurang lebih bila di perbankan mencapai 7% dari nilai KPR. Sehingga KPR Syariah menjadi lebih murah.
  2. Tidak dikenai bunga atas “pinjaman” sehingga ada kepastian angsuran setiap bulannya.
  3. Tidak dikenai denda bila terlambat melakukan pembayaran angsuran rumah.
  4. Proses persetujuan lebih mudah atau tidak seketat bila dibandingkan dengan proses perbankan
  5. Dalam proses syari’ah sering diibaratkan dgn menyembelih ayam dengan Bismillah dan yg satunya tanpa Bismillah.. Rasanya masih ayam keduanya.. hanya berkahnya beda..
  6. Akad dalam syari’ah sangatlah penting.
    Sebagai akad yang disampaikan diawal, bukan ditengah proses ataupun di akhir proses, maka harus disampaikan dengan jelas. Sebagai contoh, ketika kita akan bekerja di sebuah instansi maka sistem kerja yang akan diberikan mulai dari jam kerja, job description, jadwal kerja, koordinasi kerja dan komunikasi harus jelas alurnya, termasuk dalam hal ini masalah gaji.
    Begitupun dalam perumahan syariah, jika terdapat miskomunikasi maka harus diselesaikan dengan baik dengan konsumen. 
     Post major pun harus disertakan, jika ada kesalahan dr salah satu fihak (penjual atau pembeli), keduanya harus diatur dalam akad..

Intinya adalah keterdapatan transparansi dalam semua prosesnya, baik pra-akad, waktu akad berlangsung maupun setelah akad selesai.

Lalu apa peluang dari berkembangnya property syariah ini ?
Anda bisa melanjutkan membaca artikelnya disini > Peluang Bisnis dan Investasi Property Syariah
 

www.SaatnyaJadiPengusaha.com